Angklung Citarasa Kebangsaan

 

Angklung merupakan instrumen musik asal Jawa Barat yang sudah mendunia. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Kita pantas bersyukur bahwa kebudayaan Indonesia telah banyak yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia atau “World Heritage” seperti Wayang, Batik, Keris, dan Angklung.

Untuk “World Heritage” dengan klasifikasi benda, kita memiliki Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.

Dengan diakuinya beberapa kebudayaan Indonesia berarti dunia mengakui bahwa kita memiliki kebudayaan yang sangat adiluhung dan beragam.

Salahsatu tokoh yang berjasa dalam pengembangan angklung di Jawa Barat adalah Mang Udjo yang hingga saat ini sudah diteruskan oleh generasi berikutnya.

Di Borobudur juga ada sebuah komunitas seni yang memperkenalkan angklung kepada wisatawan yang berkunjung di sebuah tempat wisata edukatif bernama kampoeng dolanan.

Kampoeng dolanan Sodongan, Bumiharjo letaknya 2 Km sebelah utara Taman wisata Candi Borobudur. Tempat wisata edukasi ini telah berdiri sejak tahun 2012 yang diprakarsai oleh seorang seniman dan budayawan, yakni Abbet Nugroho (Ki Sodong).

Lagu yang dibawakan dan diajarkan selalu bercorak nasionalisme. Hal ini adalah sebagai upaya membangun kembali semangat berkebudayaan dan spirit nasionalisme di Indonesia.

Kampoeng dolanan juga memiliki program “Kampoeng dolanan Go To School”. Mereka mendatangi sekolah-sekolah dan memperkenalkan serta mengajarkan musik angklung dan permainan tradisional Nusantara.

Lagu-lagu yang dibawakan dan diajarkan dalam bermain angklung adalah seperti lagu Indonesia Pusaka, Tanah Air, Rayuan Pulau Kelapa, beberapa lagu daerah seperti Gundul-gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, Rek Ayo Rek dan lagu Koes Plus yang menceritakan tentang indah dan kayanya alam Indonesia, yakni lagu berjudul “Kolam Susu”, serta beberapa lagu lainnya.

Sedangkan permainan tradisional yang diajarkan adalah berupa permainan Egrang, Lompat Tali, Tari dan tembang dolanan, Engklek, Gobak Sodor, Gangsing, Layangan, Bekel dan lain sebagainya.

Angklung Kampung Dolanan sering diminta tampil dalam berbagai event, salahsatunya adalah dalam pembukaan Borobudur Cultural Feast 2017 bertempat di Taman wisata Candi Borobudur (30-31/12/2017) yang juga dihadiri oleh Mendikbud, Muhadjir Efendy.

“Angklung merupakan simbol keindahan dan harmoni. Untuk memainkannya membutuhkan kerjasama supaya dapat menghasilkan alunan musik angklung yang indah” kata Abbet Nugroho dalam pembukaan event Borobudur Cultural Feast 2017 di Candi Borobudur.

Tak jarang saat ini angklung banyak digemari oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena lantunan musik yang dihasilkannya tak kalah indah dengan alat musik modern.

Kita sebagai warga negara Indonesia patut bersyukur dan berbangga karena angklung merupakan salahsatu produk budaya Nusantara yang mendunia. Oleh karenanya, kita patut mengapresiasi dengan cara memperkenalkan kepada generasi penerus agar mau berperanserta dalam upaya pelestarian budaya Nusantara, khususnya angklung dan gamelan agar kedepannya tidak punah dan hilang tertelan zaman.

Cintai negerimu, lestarikan budaya daerahmu.

Vinanda Febriani. Borobudur, 04 Januari 2017.

Moslem Friend

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Translate »