Delapan Pernyataan Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya

Magelang – Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar menyulut sejumlah aksi simpati di tanah air.
Nilai kemanausiaan yang bersifat universal juga memotivasi tokoh lintas Iman di Magelang Raya, Jawa Tengah pekan lalu untuk menyikapi tragedi Rohingya.
Berikut butir-butir pernyataan sikap bersama tokoh-tokoh lintas iman di Magelang:
1. Kami atas nama warga beriman se-Magelang Raya mengecam segala tindakan kekerasan yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.
2. Bahwa tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan tindakan dan cara-cara kekerasan dalam kehidupan umat manusia. Kami semua ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa masyarakat muslim yang berada di Rohingya, Myanmar.
3. Mengajak seluruh umat manusia, terutama warga negara Indonesia untuk bersama-sama menggelorakan kehidupan yang damai, saling menjaga, saling melindungi dan menghargai sesama manusia, meskipun berbeda agama dan keyakinan. Semua pihak dihimbau untuk berperan dalam upaya menciptakan perdamaian dan harmoni.
4. Mengajak kepada siapa pun untuk terus menggalang solidaritas dan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan masyarakat Rohingya, Myanmar.
5. Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Republik Indonesia dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang telah mengambil langkah konkret dalam meminimalisir dan mengupayakan penghentian tindakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar serta menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.
6. Kami meminta pemerintah Indonesia melaksanakan amamat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, melalui proses diplomasi dan upaya-upaya yang bermartabat untuk mendesak pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya dan terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar.
7. Menghimbau kepada semua pihak untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib dan nyaman di masyarakat, tidak menyebarkan hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan berpotensu menimbulkan konflik SARA, bersikap dan bertindak secara proporsional dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Rohingya Myanmar. Mari tebarkan kebaikan, taburkan cinta kasih dan berbagi karunia kepada sedama manusia.
8. Memohon dengan sepenuh ketundukan kepada Allah untuk memberikan pertolongan dengan sifat Pengasih dan Penyayang-Nya serta kekuasaan mutlak-Nya kepada masyarakat Rohingya agar terlepas dari penderitaan karena penindasan dan kejahatan kemanusiaan.
Pernyataan sikap ini diinisiasi oleh Jamaah Kopdariyah Netizen Magelang Raya. Ikut mendukung Jamaah Kopdariyah:
1. GP Ansor NU
2. Pk3 VIKEP KEDU
3. LTN NU Kab. Magelang
4. Turn Back Hoax Magelang Raya
5. Komunitas Save Pahingan
6. LESBUMI Magelang
7. Vihara Mendut
8. PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko
9. PS PAGAR NUSA
10. PESONA Magelang
11. IKASUKA Magelang
12. OBOR Borobudur
13. Paguyuban Pedagang Borobudur
14. Pemuda Gereja Kristen
15. BKTPA Kabupaten Magelang
16. Pemuda Katholik
17. GUSDURian
18. Sangha Threravada
19. Nglaras Ati
20. BEM STAIA Syubbanul Wathon Magelang
21. BANSER Kabupaten Magelang
22. PMII Cabang Kabupaten Magelang
23. IPNU Cabang Kabupaten Magelang
Moslem Friend

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Translate »