Memaknai, Hadits memerangi golongan mata sipit dalam Kitab Shohih Bukhori, Demikiankah?

Beberapa waktu ada sebuah Hadist beredar dalam dunia maya yang berbicara mengenai ramalan Rasulullah bahwa pada akhir zaman orang muslim akan diperangi oleh orang-orang bermata sipit dan berhidung pesek. Hadist ini dari segi dirayah berstatus Shohih karna termaktub dalam kitab Hadist yang diakui otentitasnya dikalangan muslim yakni Shohih Bukhori. Lengkapnya Hadist itu seperti ini bunyinya :
تقوم الساعة حتى تقاتلوا الترك صغار الأعين حمر الوجوه ذلف الأنوف كأن وجوههم المجان المطرقة
Sedangkan dalam Shohih Bukhori sendiri Hadistnya demikian :
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ الْأَعْرَجِ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الْأَعْيُنِ حُمْرَ الْوُجُوهِ ذُلْفَ الْأُنُوفِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ
Arti ringkasnya sebagai berikut : “tidak akan datang hari kiamat, kecuali sampai kalian berperang dengan orang Turk yang sipit matanya, merah wajahnya, pesek hidungnya. Wajah mereka seperti meja bundar. Dan tidak akan datang kiamat, sampai kalian memerangi orang-orang yang bersandal dengan rambut”
Hadist ini menjadi begitu tendensius karna ditujukan pada satu ras yang kali ini tengah menjadi sorotan tajam khususnya di negeri ini. Suku bermata sipit yang menjadi bagian dari pluralitas ras yang ada di Indonesia adalah Tiong Hoa, sementara ini, kasus sang Gubernur Petahana Koh Ahok belum juga kelar. Ahok sebagai seorang Tiong Hoa memang jadi sorotan publik nasional maupun internasional setelah dianggap menghina Al-Quran oleh sebagian umat muslim hingga ia menjadi tersangka. Maka tak heran, ketika Hadist ini viral, apalagi ditambah dengan pembubuhan judul yang rasis, telah mereduksi objektivitas makna yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sang pemiliki Hadist. Akibatnya Hadist ini kehilangan nilai universalnya, bahkan yang lebih naif, Hadist ini dijadikan alat untuk membenci satu ras yang eksistensinya dilindungi di negeri ini baik secara struktur maupun kultur.
Bagaimana sebenarnya Hadist itu mesti kita pahami dan gunakan ? pertama patut diketahui bahwa Hadist ini termaktub dalam banyak kitab Hadist, seperti Ibnu Majah, Abu Daud serta banyak kitab Hadist lain yang juga menyebutkan Hadist yang sama. Riwayat ini juga disebutkan dalam beberapa kitab Tarikh. Untuk memahami Hadist ini lebih objektiv, selayaknya kita melihat kitab Syarah Hadist Shohih Bukhori yakni Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar. Hadist masuk dalam bab perang Turki. Imam Ibnu Hajar menulis di dalam kitabnya sebagai berikut :
اختلف في أصل الترك فقال الخطابي هم بنو قنطوراء أمة كانت لإبراهيم عليه السلام وقال كراع هم الديلم وتعقب بأنهم جنس من الترك وكذلك الغز وقال أبو عمرو هم من أولاد يافث وهم أجناس كثيرة وقال وهب بن منبه هم بنو

عم يأجوج ومأجوج لما بنى ذو القرنين السد كان بعض يأجوج ومأجوج غائبين فتركوا لم يدخلوا مع قومهم فسموا الترك

Kutipan ini ditulis oleh Imam Ibnu Hajar sebelum menjelaskan hadist di atas. Di sini kira-kira dijelaskan tentang asal mula warga turk. Al-Khithobi menjelaskan bahwa mereka adalah Banu Qontura’ seorang budak dari Nabi Ibrahim A.S. Wahhab Bin Munabbih mengatakan bahwa mereka adalah Ya’juj dan Ma’juj, yang telah dikurung oleh Iskandar Dzul Qarnain pada suatu waktu. Namun sebagian dari mereka menghilang dan meniggalkan yang lain. Kaum yang hilang dan meninggalkan sebagian lainnya ini akhirnya dinamakan dengan kaum “Turk”. Banyak analis mengatakan bahwa bangsa inilah yang pada akhirnya menurunkan bangsa-bangsa Turki (Mongolia, Rusia, Cina Uyghur, Kirgizstan Timur dan lain-lain). Namun, kita coba lewatkan perdebatan mengenai ini.
Apapun itu, Hadist yang berbicara bahwa umat Muslim pada akhirnya nanti akan berperang dengan orang-orang yang bermata sipit (yang dipahami dengan pendekatan rasis dan konflik) akan kita bedah, agar tidak ada lagi orang muslim yang memplintir Hadist sesuai dengan tendensi subjektifnya.

 

Hadist sebagaimana disebutkan di atas, berbicara bahwa kiamat tidak akan datang sampai orang-orang muslim berperang dengan orang Turk, yang memiliki ciri-ciri fisik, pertama, bermata sipit. Kedua, wajahnya merah. Ketiga, hidung pesek. Keempat, wajahnya bundar seperti meja. Kemudian, umat muslim juga akan berperang dengan kaum yang rambutnya panjang hingga menyentuh kakinya (menjadikan rambut sebagai sandalnya). Kesemua ini adalah ciri-ciri fisik bangsa yang akan berperang dengan orang muslim pada akhir zaman menuju kiamat.
Siapakah mereka ?
Dalam kitab kitab Hadist yang sama yakni Shohih Bukhori, ada disebutkan juga sebuah Hadist :
أخرج البخاري عن أبي هريرة قال قال رسول الله {صلى الله عليه وسلم} ( لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا خوزا وكرمان قوما من الأعاجم حمر الوجوه فطس الأنوف صغار الأعين كأن وجوههم المجان المطرقة ولا تقوم الساعة حتى تقاتلوا قوما نعالهم الشعر )
Artinya : kiamat tidak akan datang, sampai orang muslim akan berperang dengan kaum yang bernama khouzan dan Kirman. Mereka adalah sekelompok kaum non-Arab yang memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas. Mereka juga akan berperang dengan orang yang rambutnya panjang-panjang.
Dari segi karakter, hadist ini sangat mirip dengan apa yang tertera pada Hadis pertama. Hanya saja pada Hadist pertama di atas, disebutkan bahwa yang akan mereka perangi adalah orang-orang Turk. Sedangkan dalam hadist yang terakhir ini, adalah dua kaum yang akan dijelaskan oleh Syarih Al-Bukhori berikut ini.
Untuk dua golongan yang disebutkan di atas, Imam Ibnu Hajar menjelaskan identitas mereka sebagai berikut :
وتقدم في الرواية التي قبلها تقاتلون الترك واستشكل لأن خوزا وكرمان ليسا من بلاد الترك أما خوز فمن بلاد الأهواز وهي من عراق العجم وقيل الخوز صنف من الأعاجم وأما كرمان فبلدة مشهورة من بلاد العجم أيضا بين خراسان وبحر الهند ورواه بعضهم خور كرمان براء مهملة وبالإضافة
Bahwa dua golongan yang disebut dengan Khouz dan Kirman yang ciri-ciri

fisiknya sangat mirip dengan sebagaimana disebutkan dalam Hadist Shohih Bukhori di atas, bukanlah bangsa Turk. Maka dari itu hadist tampak saling kontradiksi. Yang pertama dikatakan bahwa bangsa Turk-lah yang akan diperangi oleh muslim pada akhir zaman, yang mana bangsa ini banyak dikatakan sebagai orang-orang dengan ras mayoritas negeri Turki dan saudara-saudaranya termasuk Cina, Rusia, Mongolia dan lain-lain. Hal ini merujuk pada ciri-ciri fisik yang ada pada mereka.

 

sedangkan dalam Hadis kedua ini dijelaskan bahwa kaum dengan ciri-ciri yang sama yang akan diperangi oleh orang Islam.
Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa kedua kaum ini Khauz dan Kirman, bukanlah bangsa dari Turk. Yang pertama adalah sekelompok kaum yang berasal dari negeri Ahwaz – Iraq. Dikatakan bahwa mereka adalah sekelompok bangsa non-Arab. Sedangkan kaum Kirman adalah negeri terkenal non-Arab juga, yang terletak antara Khurasan dan Samudara Hindia.

 

Jelas kedua kelompok ini bukanlah bangsa Turk yang sering diidentifikasi sebagai bangsa Turki.
Bagaimana kedua kontradiksi ini harus diselesaikan ? apakah memang yang dimaksud dari Hadist di atas adalah bangsa Turki yang termasuk satu buyut dengan Cina yang akan berperang dengan umat muslim di akhir zaman, sedangkan di dalam hadist yang sama juga disebutkan bahwa mereka yang bermata sipit dan lain sebagainya itu adalah bangsa Khauz dan Kirman ? yang keduanya ini bukanlah bangsa Turki apalagi Cina.

 

Dan parahnya, bagaimana mungkin orang menggunakan Hadist ini sebagai sebuah ramalan bahwa orang Islam akan berperang dengan orang Cina dalam kondisi negeri yang sedang panas ini ?
Imam Ibnu Hajar memberikan penjelasan terkait dua Hadist ini sebagai berikut :
والإشكال باق ويمكن أن يجاب بأن هذا الحديث غير حديث قتال الترك ويجتمع منهما الإنذار بخروج الطائفتين وقد تقدم من الإشارة إلى شيء من ذلك في الجهاد
Artinya : Adapun kemusykilan ini kekal (mungkin karna riwayat keduanya sama-sama shohih), dan kemungkinan bisa diperjelas dengan sebuah jawaban bahwa Hadist ini bukanlah Hadist tentang perang Turki. Tetapi berkumpul dalam dua hadist ini sebuah peringatan bahwa pada akhir zaman akan keluar dua kelompok yang akan memerangi dan berperang dengan orang muslim.
Sedangkan untuk golongan yang akan diperangi oleh orang muslim yang disebutkan kedua, Assuyuthi mengatakan dalam kitabnya Al-Khosho’ish

Al-Kubro, bahwa mereka adalah golongan Khawarij (mugkin sekte terkenal di era pertengahan sejarah Islam), yang mana mereka keluar ke daerah Rai (sebuah kota di Persia), dengan ciri rambut yang sampai menjulur ke kaki.
 

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Tharieq

 

Sumber : Hasanie Mubarok (Ketua PMII Komisariat IAIN Pontianak / Santri PP Al Jihad Pontianak)

Moslem Friend

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Translate »