Presiden Kunjungi Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya

Presiden Joko Widodo mengawali kegiatannya dengan mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

Setibanya di pondok pesantren tersebut, Presiden disambut Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, KH Asep A Maoshul Affandy. Setelah itu, Presiden bersilaturahmi dengan pimpinan dan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda di Gedung Hamida, Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Jokowi mengatakan, Indonesia kaya akan keberagaman suku bangsa dan bahasa. Maka dari itu, perbedaan tersebut harus disyukuri sebagai anugerah. Bukan malah menimbulkan perpecahan.

Pondok pesantren, lanjut dia, memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan terhadap masyarakat. Sehingga ponpes menjadi salah satu kekuatan bangsa ini. “Kekuatan yang ada di pondok ini juga menjadi kekuatan yang besar untuk bangsa ini,” terangnya.

Pemerintah saat ini tengah membuka ruang bagi pondok pesantren untuk bisa mengelola aset negara. Ada sekitar 127 hektare lahan yang butuh untuk dikelola menjadi lebih produktif. Pesantren bisa mengelola aset ini. Tapi harus mengajukan permohonan melalui proposal dengan prosedur yang benar. “Kalau tidak ada proposal pasti kami jawab tidak,” ujarnya.

Jokowi memprediksi tahun 2045, sistem ekonomi yang diterakpkan bisa membuat Indonesia masuk ke dalam empat negara besar dunia. Namun hal itu tidak akan tercapai jika ada gangguan yang disebabkan oleh kepentingan politik. “Jadi 100 tahun setelah kemerdekaan nanti Indonesia akan masuk empat negara besar di dunia setelah Cina, India dan Amerika,” katanya.

Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Ahmad Maoshul Affandy menyambut gembira kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Terlebih Jokowi merupakan presiden pertama yang datang ke ponpesnya dan mendukung sistem pesantren salafiah.

“Karena bagaimana pun pesantren salafiyah tidak sekadar penyelenggara kegiatan belajar mengajar, akan tetapi lembaga kedaulatan ummat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia berharap presiden bersikap tegas dalam menyikapi persoalan-persoalan yang muncul. Jangan sampai niat baiknya untuk membawa negara ini, malah rusak karena tidak bisa tegas. “Jangan karena banyak yang protes lantas kebaikan itu menjadi sirna,” katanya.

Moslem Friend

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Translate »